Depresi adalah kondisi seseorang dimana ia diselimuti suasana hati yang buruk sehingga membuat dirinya menjadi lesu, letih, dan kurang semangat. Depresi bila terus menerus dibiarkan akan mengakibatkan terganggunya aktifitas sosial sehari-sehari. Depresi biasanya menyerang pada orang dewasa, akan tetapi pada zaman sekarang depresi juga dapat menyerang pada anak-anak.
Telah
Anda temui beberapa kasus di tv tentang anak-anak yang bunuh diri
karena depresi, mereka kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian
dari orang tua yang menjadikan perilaku berubah dan menjadikan mereka
anak broken home. Dari hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya
faktor yang paling mempengaruhi depresi pada anak adalah kasih sayang
dan perhatian orang tua.
Apalagi pada anak yang usianya masih dibawah
umur yang memang sedang dalam masa pertumbuhan, mereka memerlukan
bimbingan serta perhatian dari Anda para orang tua agar bisa tumbuh
dengan baik. Karena tak jarang sifat dan perilaku anak terbentuk dari
perhatian orang tuanya, jika diberi perhatian dan kasih sayang yang baik
akan menjadikan mereka menjadi pribadi tang baik pula, bila anak tidak
diperhatikan biasanya mereka akan akan tumbuh menjadi pribadi yang
buruk.
Selain
faktor dari orang tua depresi juga dapat disebabkan dari faktor
lingkungan sekitar entah itu sekolah, teman sepermainan, dan lain-lain.
faktor lingkungan sekitar dapat mempengaruhi depresi pada anak biasanya
disebabkan oleh kemampuan anak yang kurang bisa beradaptasi dengan
lingkungan sekitarnya. Akibatnya mereka akan mendapatkan penolakan yang
biasanya berbentuk bullying dari yang bersifat perkataan sampai
perbuatan. Dalam mengatasi hal ini semua kembali lagi kepada bagaimana
didikan orang tua pada anaknya.
Terkadang
jika anak mengalami depresi mereka akan berusaha menyembunyikannya dari
orang tua. Jadi Anda harus berhati-hati bisa jadi anak Anda bersikap
baik, akan tetapi di dalam hatinya ia merasakan depresi yang luar biasa.
Ada beberapa gejala yang bisa Anda jadikan patokan dalam menilai anak
apakah ia sedang depresi atau tidak diantaranya sebagai berikut:
- Sering menyendiri didalam kamar
- Suka marah-marah atau ngambek
- Kehilangan nafsu makan
- Saat didepan Anda ceria tetapi di kamar sendiri sering menangis
- Anak selalu kelihatan murung dan sedih
- Jarang bermain dengan teman sebaya
- Suka berkelahi dengan teman sebaya
- Sering berbuat nakal di sekolah
- Dirumah jarang belajar
- Prestasi sekolah menurun
Yang
kami sebutkan diatas hanyalah beberapa gejala yang umum saja dari
banyaknya gejala depresi pada anak. Kami merasa itu sudah cukup menjadi
patokan bagi Anda dalam menentukan apakah anak mengalami depresi atau
tidak. Jika Anda merasa bahwa anak Anda mengalami perubahan perilaku
diatas maka segeralah berkomunikasi dengan mereka, bila ia memang sedang
depresi maka kewajiban bagi Anda sebagai orang tua untuk mengatasinya.
Berikut ini akan kami sampaikan beberapa cara yang dapat Anda lakukan
untuk mengatasi depresi pada anak, simak ulasannya berikut ini.
1. Memberikan Kasih Sayang dan Perhatian Pada Anak
Seperti
yang sudah kami tekankan diatas bahwa depresi dapat terjadi karena
kurangnya kasih sayang dan perhatian. Jika Anda sebagai orang tua memang
merasa seperti itu, maka mulai sekarang berikanlah kasih sayang dan
perhatian yang berlebih pada anak. Anak yang sedang dalam masa
pertumbuhan sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang
terdekatnya terutama orang tua.
Beri
anak kasih sayang dan perhatian bukan hanya dari perkataan tetapi juga
dari perbuatan, hal ini bisa Anda lakukan dengan bermain bersama anak
dan mengajak pergi jalan-jalan atau liburan bersama keluarga. Dengan
begitu perasaan anak akan bahagia dan ia akan melupakan depresi yang
dialami.
2. Memberikan Pujian Pada Anak
Anak
yang mengalami depresi biasanya akan mengalami penurunan pada semangat.
Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk mengatasi depresi pada anak yaitu
dengan meningkatkan semangatnya lagi.
Untuk
meningkatkan semangat pada anak bisa Anda mulai dengan memberikan ia
pujian atas apa yang ia lakukan. Dengan memberikan pujian akan
menjadikan hatinya senang dan anak akan semangat kembali untuk meraih
hasil yang lebih baik lagi.
3. Memberikan aktifitas yang Fresh Pada Anak
Anak
juga bisa mengalami depresi karena rutinitas yang ia jalani setiap
hari. Jika Anda memberikan rutinitas yang sama setiap hari pada anak
akan akan membuat mereka jenuh dan mengalami depresi. Oleh karena itulah
penting bagi Anda untuk selalu memberikan aktifitas yang baru agar
pikiran anak menjadi fresh dan terhindar dari depresi.
4. Didik Anak Menjadi Percaya Diri
Setelah
Anda berkomunikasi pada anak dan telah ditemukan sebab mengapa ia
depresi adalah karena kurangnya kemampuan beradaptasi dengan lingkungan
sekitar, maka yang perlu Anda lakukan adalah dengan mendidik anak
memiliki sifat percaya diri. Kebanyakan sebab dari kurangnya kemampuan
adapatasi anak pada lingkungan sekitar adalah karena ia merasa malu dan
minder akan dirinya.
Dengan
memunculkan sifat percaya diri pada anak akan mengatasi permasalahan
tersebut. Untuk dapat memunculkan percaya diri pada anak Anda bisa
mengunjungi artikel Membangun dan Meningkatkan Percaya Diri Pada Anak atau Self Confidence for Children.
5. Menjadi Teman bagi Anak
Ini
juga bisa Anda lakukan jika penyebab depresi anak Anda adalah karena
faktor lingkungan sekitar. Jadilah teman bagi anak Anda, cobalah untuk
berinteraksi kepada anak sebagai sahabat, dengarkan setiap keluh
kesahnya dan berikan ia saran bagaimana cara mengatasinya.
Demikianlah
beberapa cara yang bisa Anda terapkan dalam mengatasi depresi pada
anak. Sebenarnya perlu Anda ketahui bahwa untuk menghilangkan depresi
baik pada anak atau orang dewasa adalah dengan mengubah jalan pikiran
mereka. Pusat dari pikiran adalah otak, dimana otak inilah yang dapat
membuat seseorang menjadi depresi. Ada sebuah cara yang dapat dilakukan
untuk menjaga pikiran agar selalu sehat dan terhindar dari depresi yaitu
Hipnoterapi A New Day.
Sumber

0 Response to "Mengatasi Depresi Pada Anak dengan Hipnoterapi"
Posting Komentar